Mengapa Pengadaan Adalah Jantung Pembangunan Nasional?

Sebagai orang pengadaan, maka mendengar kata “PEMBANGUNAN” sangatlah familiar, namun kata ini sering menjadi sesuatu yang sangat Fenomenal dalam pengadaan. Mengapa? Karena disitulah sering timbul berbagai masalah, sehingga butuh kehati-hatian dalam menyusun, menyepakati, dan menjalankannya agar roda ekonomi bangsa tetap berputar.

Nah, era digitalisasi saat ini memberikan berbagai terobosan dalam sendi-sendi kehidupan, termasuk dalam pengadaan Barang/Jasa pemerintah dan swasta. Makin majunya teknologi membuat daya saing pembangunan kita semakin tinggi, keterbukaan semakin luas, serta hadirnya berbagai Tools pendukung dalam proses pengadaan yang membuat denyut pembangunan terasa hingga ke pelosok.

Sebelum saya menjelaskan lebih lanjut tentang peran vital ini, perlu kita pahami dahulu, kenapa ada pengadaan dalam pembangunan? Pengadaan dibuat sebagai bentuk mengamankan rasa saling PERCAYA antara negara dan rakyatnya. Hal tersebut menimbulkan kondisi TRUSTED di antara kedua belah pihak. Dengan adanya kontrak pengadaan yang jelas, maka masing-masing pihak yang bersepakat diharapkan dapat mematuhi pasal-pasal yang telah tertuang dan DISEPAKATI bersama untuk kepentingan publik.

Jika anda memahami berbagai konsep yang ada di Era Industry 4.0 saat ini, maka sangat terlihat bahwa adanya penghapusan atau penyederhanaan dalam proses birokrasi pembangunan. Rantai suplai pembangunan yang selama ini kita ketahui sudah banyak berubah, bahkan sudah banyak yang menjadi tidak terlihat (hidden) karena penerapan digitalisasi. Hal ini membuktikan bahwa pengadaan bukan lagi sekadar urusan administrasi, tapi urusan strategi nasional.

Keseharian kita dalam membangun bangsa harus tetap mengedepankan rasa kepercayaan, terutama pada aktivitas yang melibatkan transaksi menggunakan uang rakyat. Mengapa hal ini krusial? Khususnya untuk mengatasi masalah KEPERCAYAAN, karena kita semua tahu betapa mahalnya harga dari sebuah KEPERCAYAAN dalam proyek pembangunan. Satu kejadian hit and run dalam pengadaan bisa menghilangkan kepercayaan masyarakat pada pemerintah, juga sebaliknya.

Kita merancang berbagai sistem agar kita yakin bahwa proses pembangunan kita adalah proses yang dapat dipercaya. Pengadaan yang terINTEGRASI dengan sistem keamanan tinggi menjadi keyakinan bagi semua pihak bahwa siapapun yang berkomitmen di dalamnya tidak akan dapat berlaku CURANG dalam merusak agenda pembangunan nasional.

Sama seperti prinsip kontrak digital, pengadaan sebagai jantung pembangunan bekerja dengan logika IF – THEN. Artinya, JIKA pengadaannya kredibel, MAKA pembangunan akan membawa efek lebih murah, lebih cepat, dan lebih terpercaya bagi masyarakat. Kita tidak boleh lagi menghabiskan waktu untuk memproses dokumen secara manual yang menghambat eksekusi proyek. Kita harus menggunakan teknologi untuk mengotomatiskan setiap proses sehingga mengurangi WAKTU dari berbagai tahapan pembangunan yang ada.

Jika pengadaan yang efektif ini konsisten kita jalankan di Indonesia, maka akan menghemat banyak biaya, memberikan efisiensi waktu, dan utamanya menciptakan rasa TRUSTED bagi seluruh rakyat. Jika para Auditor maupun APH akan memeriksa jalannya pembangunan, mereka tinggal melihat ke sistem yang transparan saja, tanpa perlu lagi meragukan komitmen para praktisi pengadaan kita.

Pengadaan adalah mesin utama yang mengalirkan darah pembangunan ke seluruh tubuh negeri ini.

SIAPKAH KITA ??..