Regulasi Tidak Bisa Menggantikan Kompetensi

Dalam sejarah pembangunan dan tata kelola keuangan publik, terdapat sebuah keyakinan terselubung yang mengakar kuat di dalam benak para pembuat kebijakan: bahwa setiap masalah dalam pengadaan barang dan jasa dapat diselesaikan dengan cara menerbitkan regulasi baru. Setiap kali timbul skandal…

Ketika Regulasi Bertemu dengan Realitas di Lapangan

Dalam lanskap pengadaan barang dan jasa publik, terdapat dua dunia yang sering kali berbicara dengan bahasa yang sama sekali berbeda: dunia regulasi dan dunia realitas di lapangan. Dunia regulasi dibangun di atas meja-meja perencanaan yang tenang, disusun menggunakan logika normatif…

Memahami Regulasi Pengadaan Tidak Sama dengan Menghafal Regulasi

Dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa publik, terdapat sebuah kekeliruan persepsi yang mengakar cukup kuat di kalangan aparatur birokrasi: anggapan bahwa seorang praktisi pengadaan yang hebat adalah mereka yang mampu menghafal bab, pasal, hingga ayat dari regulasi yang berlaku. Penguasaan…

Semakin Banyak Aturan, Apakah Pengadaan Semakin Baik?

Dalam sejarah tata kelola keuangan publik, terdapat sebuah keyakinan yang mengakar kuat di dalam benak para pembuat kebijakan: semakin tebal dan detail sebuah buku aturan disusun, semakin baik pula hasil yang akan didapatkan. Setiap kali terjadi penyimpangan, ketidakefisienan, atau skandal…

Regulasi Pengadaan: Panduan atau Belenggu?

Dalam lanskap tata kelola keuangan publik dan korporasi, regulasi pengadaan barang dan jasa memegang peranan yang sangat sentral. Setiap tahun, triliunan rupiah anggaran belanja negara dan dana perusahaan diproses melalui saluran-saluran prosedur yang telah ditetapkan oleh hukum. Di satu sisi,…

Apakah Semua Hal dalam Pengadaan Harus Diatur Secara Detail?

Dalam dinamika tata kelola keuangan publik dan korporasi, terdapat dorongan alami dari pembuat kebijakan untuk merancang aturan pengadaan barang dan jasa sesempurna mungkin. Ada anggapan umum bahwa semakin rinci dan detail sebuah regulasi disusun, semakin kecil celah untuk terjadinya penyimpangan,…

Antara Kehati-hatian dan Ketakutan: Di Mana Batasnya bagi PPK?

Dalam panggung pengadaan barang dan jasa publik, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berdiri di sebuah persimpangan yang sangat krusial sekaligus penuh tekanan. Di satu sisi, regulasi menuntut mereka untuk menjunjung tinggi prinsip kehati-hatian (prudent principle) demi melindungi uang negara dari pemborosan,…

PPK Harus Menguasai Regulasi atau Harus Menguasai Manajemen?

Di dalam lanskap pengadaan barang dan jasa publik, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) memegang peranan kunci sebagai nahkoda yang mengendalikan eksekusi anggaran dan pelaksanaan kontrak. Mengingat besarnya tanggung jawab hukum serta finansial yang berada di pundaknya, timbul perdebatan klasik mengenai profil…

PPK yang Baik Bukan yang Tidak Pernah Salah

Di dalam ekosistem pengadaan barang dan jasa publik, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) menduduki posisi sentral sekaligus paling krusial. PPK adalah sosok yang memegang kendali atas eksekusi anggaran, perancangan kontrak, penyusunan spesifikasi teknis, hingga penandatanganan bukti serah terima pekerjaan. Namun, di…