azr

azr

Integritas Pengadaan di Tengah Tekanan Kepentingan

Sebagai praktisi pengadaan, saya meyakini bahwa integritas adalah fondasi utama yang menentukan arah dan kualitas seluruh proses. Tanpa integritas, aturan kehilangan makna, sistem kehilangan fungsi, dan hasil pengadaan kehilangan kepercayaan publik. Namun justru di titik inilah tantangan terbesar muncul. Integritas…

Sertifikasi Tanpa Kompetensi Nyata

Sebagai praktisi pengadaan yang telah lama berada di dalam ekosistem ini, saya memandang sertifikasi sebagai instrumen penting dalam membangun profesionalisme. Sertifikasi semestinya menjadi penanda bahwa seseorang tidak hanya memahami aturan, tetapi juga mampu menerjemahkannya ke dalam praktik yang bertanggung jawab…

Pengadaan yang Legal, Tetapi Tidak Rasional

Sebagai praktisi pengadaan yang sehari-hari berhadapan langsung dengan dokumen, sistem, penyedia, dan tekanan tanggung jawab, saya semakin sering menjumpai satu fenomena yang mengusik nalar profesional: pengadaan yang sepenuhnya legal, tetapi sulit dijelaskan secara rasional. Semua tahapan dijalankan, semua aturan dipatuhi,…

Saat Regulasi Pengadaan Kehilangan Fleksibilitas

Sebagai praktisi pengadaan yang telah lama berkecimpung langsung di lapangan, saya merasakan betul bagaimana regulasi pengadaan di Indonesia terus berkembang dan semakin rinci. Tujuan dari penguatan regulasi tersebut tentu baik, yaitu menciptakan kepastian hukum, akuntabilitas, dan tata kelola yang lebih…

Ketika Prosedur Mengalahkan Substansi

Sebagai seorang praktisi pengadaan yang telah bertahun-tahun berada di dalam sistem, saya semakin sering merenungkan satu kenyataan yang terasa kian menguat: pengadaan barang dan jasa di Indonesia kerap berjalan sangat rapi secara prosedural, tetapi miskin secara substansi. Prosesnya lengkap, dokumennya…

Saatnya Praktisi Pengadaan Turun Tangan Membenahi Sistem

Sebagai praktisi pengadaan yang telah lama berada di dalam ekosistem pengadaan nasional, saya sampai pada satu kesimpulan penting: pembenahan sistem pengadaan tidak bisa hanya mengandalkan regulasi, teknologi, atau kebijakan dari atas. Di tengah kompleksitas persoalan yang terus berulang, sudah saatnya…

Mengakhiri Praktik Pengadaan yang Mematikan Dunia Usaha

Sebagai praktisi pengadaan, saya tidak hanya melihat pengadaan dari sisi pengguna anggaran, tetapi juga dari perspektif vendor dan dinamika pasar. Dalam berbagai forum, pelatihan, dan pendampingan yang saya lakukan, saya sering mendengar keluhan yang sama dari pelaku usaha: pengadaan yang…

Teknologi Tidak Akan Menyelamatkan Pengadaan yang Salah Kelola

Sebagai praktisi pengadaan yang mengikuti langsung perjalanan transformasi pengadaan di Indonesia, saya menyaksikan bagaimana teknologi diposisikan sebagai harapan besar untuk memperbaiki berbagai persoalan pengadaan. Sistem elektronik, aplikasi, dan platform digital diyakini mampu menghadirkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas. Namun dari pengalaman…

Pengadaan dan Ketakutan terhadap Aparat

Sebagai praktisi pengadaan yang telah lama berkecimpung di lapangan, saya tidak menutup mata terhadap satu fenomena yang semakin sering saya temui: ketakutan pelaksana pengadaan terhadap aparat penegak hukum dan aparat pengawasan. Ketakutan ini bukan tanpa alasan. Banyak kasus pengadaan yang…

Dilema Profesional Pengadaan di Persimpangan Tekanan dan Integritas

Sebagai praktisi pengadaan yang telah lama berada di dalam ekosistem pengadaan nasional, saya memahami bahwa profesi pengadaan bukanlah profesi yang ringan. Di balik setiap proses pemilihan penyedia, penandatanganan kontrak, hingga pelaksanaan pekerjaan, terdapat tekanan yang tidak kecil. Tekanan tersebut datang…